Nilai Pengorbanan Yang Lestari

Posted on Updated on

emam-hosain-17_resize_resize.jpg

Mempelajari sejarah akan membuat kebaikan bagi kita di masa mendatang, dengan itu akan mengambil ibarat atas kejadian di masa lampau sebagai suatu ‘pesan’ berharga di masa yang akan datang. Juga memberikan cerminan langkah-langkah yang positif dan cemerlang setelahnya. Menggali sejarah terhadap naskah-naskah literatur Islam yang sepertinya ortodoks, tidak tersentuh oleh kajian-kajian yang memadai,yang akan membuat kemandekan bagi riset perkembangan sejarah Islam.

Dalam sejarah, bukannya kita mengenal kebohongan, melainkan sebuah kenyataan. Artinya dengan merekayasa sebuah sejarah tadi menghasilkan sebuah ideologi yang disimpangkan menurut kepentingan-kepentigan pihak tertentu, misalnya: kejadian Holocaust, kisah terbunuhnya enam juta etnis Yahudi selama PD II, disini terlihat fakta bahwa kaum Zionis membesar-besarkan kejadian tersebut dengan tujuan menyokong sempati dunia terhadap kaum Yahudi. Mereka setelah itu melarang kejadian tersebut untuk dilirik kembali. Adalah sebuah kebohongan yang tersimpan dibalik kisah tersebut, dan mereka tidak menceritakan sebuah realitas yang sesungguhnya. Dan mereka tidak ingin selain mereka dan kontra Zionis menimbang ulang kejadian yang dianggap ‘keramat’ terse but. Di dalam Islam, kita temui beberapa kisah pada zaman Bani Umayyah dan Bani Abbas,perlu dikaji kebenarannya.

Sejarah adalah sumber penting bagi ilmu pengetahuan, dalam alqur’an selain modal dasar bagi ilmu pengetahuan, seperti: akal dan hati, juga kita memiliki sejarah sebagai sumber pengetahuan. Terbukti alqur’an mengajak kita untuk mempelajari dan mengambil ibarat dari umat-umat sebelumnya. Didalam surat Al-Imran ayat 37, Allah Swt berfirman: ” Sesungguhnya telah berlalu setelah kamu sunahsunah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”

 

 

 

Dari ayat di atas, dapat disimpulkan bahwa kejadian sejarah merupakan sunah Allah yang sudah ditetapkan dan tidak akan pernah berubah. Namun yang menjadi pertanyaan adalah penetapan sebuah landasan ideologi yang ada dalam sejarah dapatkah mengalami sebuah perubahan. Mengingat bahwa sejarah bagian dari waktu dan zaman, keduanya selalu mengalami sebuah perubahan, serta didasari dari sebuah dalil bahwa semua ideologi tidak selamanya akan bertahan, seperti halnya penetapan sebuah landasan hukum di figh. Seorang mujtahid yang mempunyai otoritas hukum memberikan fatwa hukum yang berdasarkan dalil-dalil dan maslahat yang disesuaikan menurut tuntutan zaman. Artinya, hukum asli mengalami sebuah perubahan dengan menyadarkan hukum berdasarkan maslahat tadi.

 

 

 

Berdasarkan pendapat kalangan Marxisme, adanya penetapan dalam sejarah, artinya kejadian sejarah tidaklah berubah (jabr al-tarikh). Mereka menyakini kehidupan manusia yang berpijak pada keinginan-keinginan materi, yakni keinginan dan tujuan dasar manusia dalam kehidupannya untuk sebuah manfaat . Apapun yang kita pikirkan mengenai : budaya, akhlak, agama, keahlian, semuanya bukanlah sebuah asas bagi manusia. Jabr al-tarikh, di sini diartikan merupakan sebuah keharusan dan kelaziman dari tarikh tersebut. Disini dicontohkan: hubungan kausalitas, yang mengharuskan akibat selalu membutuhkan sebab. Syahid Murtadha Muthahari, dan kalangan Islam, tidak menafikan adanya jabr al-tarikh, tidak hanya terbatas pada sisi materi, namun yang dapat dipelajari dalam sebuah tarikh adalah sisi maknawi yang berupa kebebasan, kemuliaan, ketulusan, dsbnya.

 

 

 

Sejarah yang sarat akan nilai maknawi ini dapat kita lihat dalam peristiwa Karbala (kejadian terbunuhnya Imam Husein as dan keluarga beserta famili dan sahabatnya), walaupun kita tidak menafikan sejarah budaya lain yang mempunyai sisi-sisi maknawi. Di situ diajarkan tentang kesabaran, perjuangan, pergorbanan, ketulusan, kecintaan, dll.

 

 

 

Peristiwa Karbala adalah sebuah peristiwa yang mempunyai keitimewaan dan kelebihan tersendiri yang terlukis di dalam sejarah, bukanlah di dalamnya hanya menceritakan sebuah peperangan sebagai sebuah tragedi yang harus diingat seperti halnya mereka melakukan sebuah peperangan yang didalamnya saling membunuh dan terbunuh, namun nama mereka terkubur dalam buku sejarah. Para peneliti harus membuka halaman demi halaman buku sejarah. Setelah banyak halaman yang ia lampaui, ia baru dapat menutupnya dan menarik kesimpulan darinya. Namun peristiwa Karbala senantiasa menjadi nominasi dalam buku-buku sejarah dan selalu akan tetap lestari.

 

 

 

Mengenai kepribadian Imam Husein sendiri, bahwa kehidupan beliau seluruhnya irfan. Dalam ucapan beliau: “Aku tidak melihat kematian kecuali kebahagiaan, dan kehidupan bersama kaum zolim adalah sebuah kehinaan.” Oleh karenanya, banyak hikmah yang kita ali dalam sejarah, khususnya ketika kit abaca pristiwa atau tragedi ‘Karbala yang senantiasa menimbulkan sebuah acuan dan semangat perjuangan melawan orang-orang zalim. Juga memberikan pelajaran-pelajaran yang berharga lainnya.

 

 

By: Abu Aqilah

Iklan

4 thoughts on “Nilai Pengorbanan Yang Lestari

    alfathani said:
    Mei 25, 2007 pukul 4:02 pm

    setuju banget, sejarah emang penting sekali!!dari sejarah kita bisa belajar banyak hal untuk masa depan. buat semua muslim semoga bisa mempelajari sejarah peradaban islam sehingga kita akan tahu kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat oleh umat islam sendiri. Allahhuakbar..bangkitlah Islamku

    Abu Aqilah responded:
    Mei 25, 2007 pukul 5:52 pm

    salam…..
    Perlunya adanya kajian sejarah peradaban Islam dikalangan muslim sendiri, dikarenakan kajian itu sendiri akan berguna bagi aktivitas kemajuan Islam.

    fuad said:
    September 2, 2009 pukul 7:44 am

    mengetahui sejarah seperti adanya bisa kita ambil manfaat darinya dari berbagai sisi, termasuk juga sejarah yg sudah di rekayasa oleh penyusunnya akan ketahuan apa tujuan penulisannya. apalagi sejarah, kitab sucipun boleh dikaji dari berbagai sisi dan kita akan dapat banyak manfaat darinya. kecuali sejarah holocaust yg tidak boleh di kritisi, kayaknya sudah melebihi kitab suci maupun nabi.

    sandy said:
    Januari 10, 2010 pukul 3:57 pm

    Bismillahirrohmannirohim,
    Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh,
    Sorry,
    Agak keluar dari topik utama, hanya nitip pesan saja untuk Saudara Muslimin Wal Muslimah di INSAN KAMIL,

    Sebelumnya saya mohon maaf telah mengganggu aktifitas anda dalam Yayasan Insan Kamil ini.
    Saya hanya ingin berbagi rasa dan mengajak fastabiqul khoeroh kepada Saudara Saudara Muslimin wal Muslimah terutama yang ada di lingkungan Yayasan Insan Kamil untuk menoleh sejenak kepada Saudara Saudara kita yang berada di daerah daerah Nusantara tercinta ini yang sedang dicengkram, dijaring, dipengaruhi misi Kristenisasi dengan dalih memberikan bantuan pendidikan dan kebutuhan sehari hari.
    Untuk lebih jelasnya, ini ada kiriman dari Saudara kita di Brunai Darussalam tentang aktifitas Kristenisasi diberbagai daerah di Jawa Timur,
    http://www.facebook.com/note.php?created&&suggest&note_id=243575134705#/group.php?gid=225800932770&ref=ts
    Barangkali Saudara Saudara se Islam dan se Iman terutama para orang tua murid INSAN KAMIL dan orang tua murid UMMUL QURO yang bonafiditasnya sudah tidak diragukan lagi, berkenan memberikan bantuan terhadap Saudara Saudara kita yang terkena musibah tersebut dengan cara merekrut mereka yang natinya dapat diarahkan ke Yayasan Insan Kamil
    Saya copy paste tulisan diatas berupa ajakan berbuat kebaikan:
    “Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” [Al-Maidah : 2]

    Sebab menyelamatkan umat Islam dari kenistaan dan perderitaan serta intimidasi adalah merupakan kewajiban kita bersama.
    Mudah mudahan ajakan saya mendapat respon yang baik dan dapat terwujudkan.
    3. Ali ‘Imran

    103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

    3. Ali ‘Imran

    104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar[217]; merekalah orang-orang yang beruntung.

    [217]. Ma’ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.

    3. Ali ‘Imran

    105. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat,

    Atas kesediaannya saya haturkan terima kasih, semoga Alloh SWT senantiasa melindungi kita sekalian.
    Amin,
    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s