Meraih Kebenaran al-Ghadir

Posted on Updated on

images47.jpg

Ghadir Khum adalah sebuah tempat yang berlokasi dekat Al-Juhfa yang merupakan tempat perlintasan bagi para jamaah haji yang ingin menuju Madinah, Mesir, Irak, Suriah, Najaf dan ke seluruh negeri lainnya. Tempat tersebut sangatlah strategis sebagai tempat peristirahatan dalam perjalanan mereka. Tempat tersebut menjadi tempat yang bersejarah yang dikenal dengan peristiwa ‘al-Ghadir’, disitulah Rasulullah Saw mengumunkan tentang seorang pewaris khilafah spritual dan duniawi yang akan menggantikan kedudukan beliau sebagai penerus risalah Ilahi, akan mampu bertanggung jawab dan meneruskan risalah yang beliau emban.

Inilah salah satu dari hari yang termashur bagi kaum muslimin dan adanya keberkahan di dalamnya. Inilah hari ketika hukum-hukum Allah Swt secara sempurna ditetapkan. Inilah yang telah memberikan kepada Sang Penutup para Rasul dan juga para pemimpin Ilahi.. Inilah hari ketika Allah Swt menguji hamba-hamba-Nya. Sebuah keberkahan yang akan didapatkan bagi orang-orang yang beriman dan kecelakaan bagi orang-orang kafir. Inilah hari ketka Allah Swt menyempurnakan agama-Nya, mencukupkan nikmat-Nya dan menetapkan Islam sebagai agama. Dalam ayat tersebut, Allah Swt berfirman:“Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmatmu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu,” (Al-Maidah ayat 3). Dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia mengatakan, “Ayat tersebut diturunkan pada hari al-Ghadir, yakni setelah ucapan Rasulullah Saaw, “Man kuntu maulahu faaliyyun maulahu.” Dan ketika itu Rasulullah Saw bersabda, “ Allah Maha Besar atas penyempurnaan agama , nikmat serta keridhaan-Nya terhadap risalahku dan wilayah Ali setelahku.”

Satu topik yang sangat luar biasa yang harus dikaji dan diteliti. Namun, hendaklah diyakini bahwa khabar atas pengangkatan sayyidina Ali karammallahu wajha sebagai khalifah yang akan menggantikan kedudukan beliau sudah sesekali disampaikan beliau sejak awal tugas kenabian (dakwah al-Islamiyah) beliau yang berupa sebuah isyarat bahwa sayyidina Ali yang kelak akan meneruskan tugas beliau. Hingga pada akhirnya, pada hari tersebut sebagai ‘pengumuman resmi’ keseluruh umat di sepanjang masa.

Bagian khotbah yang terpenting di Ghadir Khum adalah kalimat: “Barangsiapa yang aku tuannya maka Ali adalah maula-nya.” Kalimat tersebut dengan sedikit perbedaan yang disepakati terdapat dalam semua teks yang mengkhabarkan tentang Ghadir Khum. Adapun dari ucapan Rasulullah tersebut, disepakati oleh kalangan Syiah dan Ahlussunnah, hanya saja, isi dan kandungannya terdapat perbedaan. Syi’ah memandang kalimat tersebut sebagai dalil tentang khilafah, imamah dan wilayah Ali bin Abi Thalib ra. Namun Ahlussunnah tidaklah berpendapat demikian, yang lebih condong dengan pengertian pecinta dan penolong. Dalam hal ini, kedua belah pihak telah mengemukakan dalilnya masing-masing.

Walaupun jika seandainya kita tidak mengakui hari raya al-Ghadir sebagai hari besar, namun kandungan sejarah merupakan bukti kebesaran hari tersebut. Dan peristiwa penting yang ingin ditunjukkan pada masa itu adalah peresmian nama seorang khalifah yang akan meneruskan risalah Rasul. Walaupun juga mereka setelah peristiwa ini, tidak mengakui Imam Ali as sebagai pemimpin setelah Rasul Saaw, namun bukti-bukti hadist dan riwayat yang shaheh telah mengakui otoritas kebesaran beliau (Sayyidina Ali ra). Riwayat sejarah membuktikan dialah sebagai jawara perang dan penakluk musuh. Alilah yang dikenal sebagai pendobrak pintu Khaibar dan penebas leher kepala sang kafir Amr bin Abdu Wudd dalam peperangan Khandaq. Dan Rasulullah Saw telah mengenalkan sosok jiwa kesatria tersebut dalam peristiwa al-Ghadir.

Pesan yang ingin disampaikan pada peristiwa al-Ghadir adalah sebuah persoalan yang signifikan yakni kepemimpinan umat setelah Rasul Saaw. Dan dalam Islam seorang pemimpin terkait pada orang-orang yang beriman, adil dan sebagainya. yang akan memimpin umat serta memisahkan kepemimpinan itu dari orang-orang yang zalim.dan yang terpenting adalah kepemimpinan adalah ditentukan dari sisi Allah Swt, sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Baqarah ayat 124, yang berbunyi: “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia“. Ibrahim berkata: “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku”. Allah berfirman: “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang-orang yang lalim”. Dari ayat tersebut, Allah menjadikan kepemimpinan mereka dari nasab dan rahim yang suci. Tidaklah selain Allah yang akan mampu menjadikan imam, nabi atau khalifatullah di muka bumi ini.

Kepemimpinan yang memiliki kriteria tersebut sebagai hujjah Allah di sepanjang masa. Dan Allah tidak membiarkan bumi ini kosong dari hujjah-Nya. Kekosongan hujjah dimuka, menjadikan kesesatan bagi umat ini yang ditinggalkan oleh hujjahnya. Bagaimanapun, ketika nabi Musa as meninggalkan kaumnya untuk bermunajat dan menemui Tuhannya selama 40 hari di gunung Thur, keadaan kaumnya ketika itu meninggalkan ajaran yang dibawa oleh nabi mereka dan mereka membuat patung hewan untuk disembah. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat Al-Baqarah ayat 51, yang berbunyi: “Dan (ingatlah), ketika Kami berjanji kepada Musa (memberikan Taurat, sesudah) empat puluh malam, lalu kamu menjadikan anak lembu (sembahanmu) sepeninggalnya dan kamu adalah orang-orang yang lalim.” Mereka tersesat selama nabi musa meninggalkan mereka selama empat puluh hari. Bagaimana mungkin kalau sekiranya umat ini akan ditinggalkan selamanya, tanpa seorang pemimpin. Dan konsep kepemimpinan ini merupakan salah satu pokok dalam ajaran Islam.

Oleh karenanya, Islam dalam ajarannya menyangkut semua aspek kehidupan memerlukan seorang figur yang mampu menjadi pemimpin. Namun, dalam pencaharian figur yang memiliki sifat kepemimpinan ini, haruslah kita memahami atas kajian sejarah secara benar. Barulah kita akan memahami pemimpin yang memenuhi kriteria-kriteria khusus yang telah ditunjuk oleh Allah Swt dan rasul-Nya. Hingga, kriteria-kriteria tersebut akan tertanam pada sosok kepemimpinan Imam Mahdi as sebagai Ratu Adil kelak. Dan konsep kepemimpinan inilah yang ingin diraih atas hikmah yang tersirat dalam peristiwa al-Ghadir.

Oleh : Abu Aqilah

Iklan

26 thoughts on “Meraih Kebenaran al-Ghadir

    joko said:
    Januari 31, 2008 pukul 5:34 pm

    sepertinya hal ini lebih politik daripada spiritual. lebih baik dikaji lagi manfaat hal politis seperti ini untuk kekayaan bathin kita.

    wali99 said:
    Februari 4, 2008 pukul 8:34 am

    apakah mungkin, seorang sahabat Nabi penerus cinta spiritual rosulullah akan memikirkan tentang kedudukan kekholifahan? pemimpin hati lebih mulia dari pada pemimpin dunia. menurut saya pribadi, Sahabat Ali ra.lebih mementingkan urusan spiritual umatnya rosulullah, menjadi pembimbing menuju jalan cinta ilahi. bukan sekedar kepemimpinan luarnya saja. menjadi seperti api lilin yang mempesonakan laron-laron anak cinta dan membakarnya kedalam lautan cahaya Tuhan. hanya sebagian kecil pengikutnyalah yang terlalu membakar api dunia yang tak abadi.

    3l3ctr0n said:
    Februari 4, 2008 pukul 10:19 am

    lagi males baca ne
    kalu di bookmarks dulu boleh ga?

    luthfis said:
    Februari 5, 2008 pukul 12:59 pm

    justru itu… karena mementingkan persataun umat imam Ali lebih memilih diam.

    lagain ini bukan masalah perasaan tapi ini adalah kenyataan dan sebuah kewajiaban yang harus ditanggung oleh Imam.

    inilah kenyataan sejarah, tidak bisa diukur dengan hati…

    sahabat99 said:
    Maret 3, 2008 pukul 4:51 am

    Assalamualaikum
    jangan lupa kunjungi “www.partaikeadilansejahtera.wordpress.com’
    beritahukan juga pada yang lain karena ada diskusi menarik disana. salam ukhuwah.
    wassalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh

    SRI PURNAMA said:
    Mei 28, 2008 pukul 8:32 am

    Konsep kepemimpinan ini perlu disebar luaskan substansinya di masyarakat. Konsep ini perlu disosialisasikan.

    rivafauziah said:
    Juni 26, 2008 pukul 3:47 pm

    Kunjungan Rutin, tapi blogrool saya kok hilang sih!

    rivafauziah said:
    September 28, 2008 pukul 1:18 pm

    Indah manusia karena akhlak, Indah bulan karena cahaya, Indah persahabatan karena kejujuran, Indah cinta karena kasih sayang dan Indahnya IDUL FITRI saling bermaafan. Taqobalallahu Minna Wa Minkum, shiyamana wa shiyamakum.

    Dengan segala kerendahan hati,Riva Fauziah beserta Keluarga memohon maaf lahir dan batin untuk segala Kekhilafan & Kesalahan, untuk Lisan Yang Tak Terjaga, Hati yang Terabaikan, Sikap Yang Pernah Menyakitkan. SELAMAT IDUL FITRI 1 Syawal 1429 H.

    Sukses selalu dan salam dari BLOGGER Cianjur

    rivafauziah said:
    September 28, 2008 pukul 2:52 pm

    ‡ñdåh måñµ$îå kå®èñå åkhlåk, ‡ñdåh bµlåñ kå®èñå ¢åhåýå, ‡ñdåh Þè®$åhåbå†åñ kå®èñå

    kèjµjµ®åñ, ‡ñdåh ¢îñ†å kå®èñå kå$îh $åýåñg dåñ ‡ñdåhñýå ‡ÐÚ£ F‡TR‡ $ålîñg bè®mååƒåñ.

    Tåqºbålållåhµ Mîññå Wå Mîñkµm, $hîýåmåñå wå $hîýåmåkµm

    Ðèñgåñ $ègålå kè®èñdåhåñ hå†î, Rîvå Fåµzîåh bè$讆å Kèlµå®gå mèmºhºñ mååƒ låhî® dåñ

    bå†îñ µñ†µk $ègålå Kèkhîlåƒåñ & Kè$ålåhåñ, µñ†µk £î$åñ ¥åñg Tåk Tè®jågå, Hå†î ýåñg

    Tè®åbåîkåñ, §îkåÞ ¥åñg ¶è®ñåh Mèñýåkî†kåñ. §Ê£ÁMÁT ‡ÐÚ£ F‡TR‡ 1 §ýåwål 14²9 H

    §µk$è$ $èlålµ dåñ $ålåm då®î ߣØGGÊR Çîåñjµ®

    endah said:
    Oktober 17, 2008 pukul 2:10 pm

    saudara2ku cobalah untuk melihat website tersebut diatas mudah2an memberi wacana baru untuk mengetahui karakter manusai berdasarkan karakter Juz dalam AL Quran…sepertinya memang belum lengkap content nya katanya sedang dalam proses penyusunan. Satu lagi keilmuan Al QUran digali oleh kalangan kita sendiri…mudah2an memotivasi yang lainnya untuk memperkaya khasanah keilmuan Islam…jadi jangan hanya berkiblat pada keilmuan barat saja…

    endah said:
    Oktober 17, 2008 pukul 2:11 pm

    saudara2ku cobalah untuk melihat website http://www.qolbuquran.com tersebut diatas mudah2an memberi wacana baru untuk mengetahui karakter manusai berdasarkan karakter Juz dalam AL Quran…sepertinya memang belum lengkap content nya katanya sedang dalam proses penyusunan. Satu lagi keilmuan Al QUran digali oleh kalangan kita sendiri…mudah2an memotivasi yang lainnya untuk memperkaya khasanah keilmuan Islam…jadi jangan hanya berkiblat pada keilmuan barat saja…

    kurnia said:
    Desember 13, 2008 pukul 3:26 am

    selamat hari Al Ghadir Khum

    fitrotul huda said:
    Januari 19, 2009 pukul 3:32 pm

    asslm…

    allahumma Sholli ala Muhammad wa aali Muhammad..

    salam kenal ustadz..

    sekalian ijin ni ustadz,..tulisan ini saya link di blog saya,..semoga berkenan..dan blog anda sudah saya link di blogroll..

    syukron katsir..selamat berjuang

    bihaqqi Muhammad wa aali Muhammad

    waslm…

    Haidar said:
    Maret 9, 2009 pukul 9:11 am

    Assalamu’alaikum wr wb
    jika kita mau jujur dan menerima dengan hati lapang sebagaimana ustadz tijani samawi, tidak taasub.. kita yakin maka mereka akan ikut ahlul bayt a.s.

    wassalamu’alaikum wr wb

    Haidar said:
    Maret 9, 2009 pukul 9:13 am

    Mari kita bergembira ketika Rasul bergembira, mari kita bersedih kita rasul bersedih………..

    Walit Elu said:
    Januari 27, 2010 pukul 5:01 pm

    Untuk Neng Endah :
    Keilmuan barat sangat penting juga, toh 92% perubahan, pencerahan dunia ditemukan dan dikembangkan oleh orang kafir. Sampean ngenet juga hasil budi daya orang kafir.
    Mana ilmunya pengikut Muhammad???????
    Nanti tambah ketinggalan atuh neng.

    Blogger Terpanas said:
    Februari 7, 2010 pukul 9:40 am

    masihkah hal itu di perbincangkan? setelah hal tersebut banyak menimbulkan polemik?
    belajar meneladani rosulullah sajalah aku ini. nggak mau yang begituan (maaf ini pendapat pribadi).

    kartika said:
    April 21, 2010 pukul 7:12 am

    Kita rindu khalifah itu, sayangnya sampai kini hanya bisa merindu, entah kapan ‘Ratu Adil’ akan datang….
    nice posting, salam kenal

    Egi said:
    Mei 21, 2010 pukul 1:09 am

    Salam damai semua… Kita mudah berkata tapi amalnya yang penting. Kita benahi dulu diri sebelum orang lain. ..tks

      Jabon said:
      Juli 27, 2010 pukul 11:53 am

      mantab… setuju!! benahi diri…

    hans said:
    Juli 12, 2010 pukul 8:35 am

    ada yg tau tentang n11

    Jabon said:
    Juli 27, 2010 pukul 11:50 am

    wow..!! negri bagian timur…

    cahsiji said:
    Juli 27, 2010 pukul 11:52 am

    ntar kalo aku naek haji lewat situ donk…

    Dialog Sunni Syiah said:
    Maret 9, 2011 pukul 5:42 am

    ya ali… ya imaam…

    Fadhilah Al Qubro said:
    Maret 27, 2012 pukul 2:13 am

    ya maula Ali ……………..

    Fadhilah Al Qubro said:
    Maret 27, 2012 pukul 2:15 am

    pintu gerbang ilmu Nabi…
    putra Ka’bah……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s