Kemuliaan dan Karomah Fathimah as

Posted on Updated on

images (2)

Bila pribadi Sayidah Fathimah Zahra as kita telusuri dari kitab-kitab dalam berbagai mazhab Islam, niscaya tidak diragukan bahwa beliau adalah ‎junjungan seluruh wanita di alam semesta. Seorang wanita yang telah mencapai maqam ‎spiritual dan keilmuan di usia muda dan umur yang pendek. Maqam ini sama dengan derajat ‎para nabi dan auliya. Sejatinya Sayidah Fathimah Zahra adalah fajar yang menyingsing ‎dan darinya mentari imamah dan wilayah bersinar. Beliau bak langit tinggi yang dari ‎pelukannya muncul banyak bintang wilayah. Seluruh Imam as begitu menghormati dan ‎menghargai ibunya. Penghormatan yang jarang didapat oleh seseorang dari para Imam as. [1]‎‎

Keberadaan manusia dan alam ini tak terlepas dari keberkahan ayah dari Sayidah az-Zahra, Muhammad saw, dan pada akhirnya melahirkan keberkahan bagi az-Zahra as. Bila memandang secara realistis dan logis, kaum laki-laki pun berutang pada keberadaan ‎Sayidah Fathimah az-Zahra as. Ini bukan hal yang terlalu dibesar-besarkan. Beliau as adalah suri teladan bagi laki-laki maupun perempuan dalam berbagai dimensi, termasuk dalam hal memenuhi kebutuhan keluarganya, melayani ayahnya, dan juga berjihad dijalan Allah. Tidak ada sedikit pun yang kurang dari tugas-tugas beliau tersebut.

Kemuliaan Fathimah Zahra’ as

Fathimah  Zahra as merupakan sosok agung yang  menyerupai Nabi saw dari sisi rupa dan akhlaknya. Karena itu, bila seseorang ingin mencontoh akhlak Nabi saw, ia pun harus mencontoh kemulian dari  akhlak Sayidah Fathimah as.

Aisyah Ummul mukminin berkata: Aku tidak melihat seorangpun yang paling menyerupai Rasulullah saw dalam sikapnya, berdiri dan duduknya kecuali Fathimah binti Rasulillah saw. Selanjutnya Aisyah berkata: Jika Fathimah datang kepada Nabi saw, beliau berdiri menyambut kedatangannya, dan mempersilahkan duduk di tempat duduknya. Demikian juga jika Nabi saw datang kepadanya ia berdiri menyambut kedatangan beliau dan mempersilahkan duduk di tempat duduknya…[2]

Acapkali Rasulullah saw melihat Fathimah masuk ke dalam rumahnya, beliau langsung menyambut dan berdiri, kemudian mencium kepala dan tangannya. Pada suatu hari, ‘Aisyah bertanya kepada Rasulullah saw tentang sebab kecintaan beliau yang sedemikian besar kepada Fathimah as.

Beliau menegaskan, “Wahai ‘Aisyah, jika engkau tahu apa yang aku ketahui tentang Fathimah, niscaya engkau akan mencintainya sebagaimana aku mencintainya. Fathimah adalah darah dagingku. Ia tumpah darahku. Barang siapa yang membencinya, maka ia telah membenciku, dan barang siapa membahagiakannya, maka ia telah membahagiakanku.”

Karomah Fathimah as

1. Berbicara dengan Ibundannya ketika Masih Berada dalam Perut

Dijelaskan bahwa ketika Sayidah Khodijah as mengandung, Sayidah Fathimah as dari dalam perut berbicara dengannya, ada beberapa riwayat yang menjelaskan hal ini;

Sayidah Khadijah as berkata:

و لما حملت بفاطمة كانت حملا خفيفا و تكلمني من باطني.

“Dan ketika aku mengandung Fathimah, itu adalah kandungan yang sangat ringan (tidak memberatkanku) dan di a berbicara denganku dari dalam perutku.”[3]

Dahlawi menjelaskan bahwa ketika Khadijah as mengandung Fathimah as, beliau as berbicara dengan ibundanya dari dalam perutnya dan Khodijah as menyembunyikan hal ini dari Rasulullah saw. Sampai suatu ketika Rasulullah saw memasuki ruangan Khodijah as dan melihat dia sedang berbicara tanpa ada seorang pun berada di sekitarnya.  Kemudian Rasulullah saw bertanya, “Kepada siapa kamu berbicara? Khadijah as menjawab, ‘Dengan janin yang berada di dalam perutku.’ Rasulullah saw pun bersabda, ‘Bergembiralah wahai Khodijah, (janin) ini adalah perempuan yang Allah Swt akan menjadikannya ibu dari 11 khalifah-khalifahku, mereka akan keluar (mejadi Imam) setelahku dan setelah ayah mereka.’”[4]

2.Sujud ketika Lahir

Dijelaskan di dalam riwayat bahwa ketika lahir beliau as langsung sujud di atas tanah.

Sayidah Khadijah berkata, ‘Saat Fathimah lahir dia langsung sujud di atas tanah sambil mengangkat jari-jarinya.’”[5]

3.Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Dijelaskan di dalam riwayat bahwa ketika Fathimah as lahir ke dunia, beliau as mengucapkan dua kalimat syahadat dan bersaksi akan kepemimpinan Imam Ali as setelah Rasulullah saw.

Dalam penjelasan panjangnya berkenaan dengan kelahiran Fathimah as,  Imam Ja’far as berkata, “Maka Fathimah mengucapkan dua kalimat syahadat dan berkata, ‘Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah, dan sesungguhnya Ayahku adalah Rasulullah,  pemimpin para Nabi dan sesungguhnya suamiku adalah pemimpin para washi serta putra-putraku adalah pemimpin seluruh cucu (para Nabi dan Rasulullah as).’”[6]

4.Makanan dari sisi Allah Swt

Jabir Anshari ra berkisah bahwa suatu hari Rasulullah saw tidak makan sedikit pun makanan sehingga dirinya lemas, kemudian beliau mendatangi istri-istrinya untuk mendapat sesuap makanan, tapi hasilnya nihil. Lalu beliau mendatangi Sayidah Fathimah as dan berkata, “Wahai putriku, apakah engkau punya makananku, aku lapar. Sayidah Fathimah as berkata, ‘Demi Allah, demi ayah dan ibuku, aku tidak punya makanan.’ Ketika Rasul saw keluar dari rumah Sayidah Fathimah as, ada seorang perempuan mengirimkan dua potong roti dan sepotong daging, lalu Sayidah Fathimah as mengambilnya dan meletakkannya dalam mangkok besar dan menutupinya. Sayidah Fathimah as berkata, ‘Sungguh makanan ini akan kuutamakan untuk Rasulullah saw daripada diriku dan keluargaku. Meski mereka juga membutuhkan sesuap makanan.’

Sayidah Fathimah as berkata ‘Lalu aku mengutus Hasan dan Husain kepada kakeknya, Rasulullah saw. Kemudian Rasulullah datang kepadaku. Aku berkata ‘Wahai Rasulullah, demi ayah dan ibuku, Allah telah mengaruniakan kepada kami sesuatu, lalu aku menyimpannya untuk kupersembahkannya kepadamu.’ Beliau as melanjutkan, ‘Ada seseorang mengantarkan makanan padaku, lalu aku meletakkannya dalam mangkok besar dan aku menutupinya. Saat itu juga, dalam mangkok itu penuh dengan roti dan daging. Ketika aku melihatnya, aku merasa takjub. Aku tahu bahwa itu adalah keberkahan dari Allah Swt, lalu aku memuji-Nya dan bersalawat kepada nabi-Nya.’

Rasul lalu bertanya, ‘Dari mana makanan ini wahai putriku?’ Sayidah Fathimah as menjawab ‘Makanan ini datang dari sisi Allah, Allah mengaruniakan rezeki kepada orang yang dikehendaki-Nya secara tak terduga. Kemudian Rasul mengutus seseorang kepada Imam Ali as, lalu ia datang. Rasulullah, Imam Ali, Sayidah Fathimah as, Imam Hasan dan Husain as serta semua istri Nabi makan makanan itu hingga mereka kenyang. Namun makanan itu tetap memenuhi mangkok itu. Lalu aku juga mengantarkan makanan itu pada semua tetanggaku. Allah menjadikan dalam makanan itu keberkahan dan kebaikan yang panjang waktunya. Padahal awalnya, makanan dalam mangkok itu hanya dua potong roti dan sepotong daging, selebihnya adalah keberkahan dari Allah.’”[7]

Dalam  hadits lain, disebutkan bahwa Rasul bersabda kepada Sayidah Fathimah as dan Imam Ali as, ‘Segala puji bagi Allah yang tidak mengeluarkan kalian berdua dari dunia sehingga Allah menjadikan bagimu (Ali) apa yang telah terjadi pada Zakaria, dan menjadikan bagimu wahai Fathimah apa yang telah terjadi pada Maryam. Inilah yang dimaksudkan dalam Firman Allah, Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrabnya, ia dapati makanan disisinya. (Ali Imran : 37) [8]

Begitulah sedikit kemuliaan dan karomah dari Sayidah Zahra as yang dapat kami uraikan, dan semoga kecintaan kita kepada az-Zahra bertambah seiring dengan bertambahnya pengetahuan kita tentang beliau as.

[1] Cuplikan pidato Sayid Ali Khamenei di Hari Kelahiran Sayidah Fathimah az-Zahra pada 9 Oktober 1997

[2] Shahih al-Tirmidzi, jil. 2, hal. 319, bab keutamaan Fathimah

[3] Abdurrahman Syafi’i, Nazhatul, jil. 2, hal 227. Syarh Ihqaq Haq, jilid 10 halaman 12.

[4] Uyun al-Mu’jizat, hal. 51

[5] Yanabi’ al-Mawaddah ,jil 2, hal 135.

[6] (Bihar al-Anwar, jld. 43, hal. 3; Bait al-Ahzan, hal. 23)

[7] Bait al Ahzan, hal. 40.

[8] Tafsir al-Kasysyaf, karya Zamakhsyari, tentang tafsir ayat di atas

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s