Amar Makruf dan Ramadan

Posted on Updated on

download

Perintah amar makruf dan nahi munkar adalah sebuah perintah wajib yang dibebankan kepada suatu komunitas atau suatu kelompok muslim.  Perintah amar makruf juga berlaku seperti  perintah mengurus jenazah seorang yang hukumnya wajib kifayah. Ayat al-Quran mengatakan,

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوفِ وَيْنَهَوْنَ عَنْ الْمُنْكَرِ وَ أُوْلَئِكَ هُمْ الْمُفْلِحُوْنَ.

Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.[1]

Dari ayat ini kalimat…dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, adalah perintah berdasarkan atas fitrah manusia, yakni seorang ibu memerintahkan kepada anaknya untuk menghindari diri dari bahaya merupakan perintah merupakan perntah fitrah kasih sayang seorang ibu kepada anaknya,

Masalah peringatan dan teriakan terhadap bahaya dan penyimpangan bukan hanya khusus milik manusia. Dalam al-Quran dkatakan bahwa ketika semut melihat Nabi Sulaiman dan bala tentaranya lewat, ia berteriak kepada seluruh semut lainnya, “Cepat kalian masuk ke sarang kalian, jangan sampai kalian terinjak!”

حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِي النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَاأَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسَاكِنَكُمْ لاَ يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَ هُمْ لاَ يَشْعُرُوْنَ

Hingga ketika mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut, “Wahai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.” [2]

 

Ketika dalam penerbangannya di atas negeri Saba, Hudhud mengetahui penyimpangan yang dilakukan rakyat negeri itu. Saat itu mereka mereka menyembah matahari, maka ia datang kepada Nabi Sulaiman menceritakan hal itu,

وَجَدْتُهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُوْنَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُوْنِ اللَّهِ وَزَيْنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنْ السَّبِيْلِ فَهُمْ لاَ يَهْتَدُوْنَ

Aku (burung Hudhud) mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, bukan kepada Allah; dan setan telah menjadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan (buruk) mereka, sehingga menghalangi mereka dari jalan (Allah), maka mereka tidak dapat petunjuk [3]

 

Karena itu, teriakan terhadap penyimpangan dan kepedulian kepada orang lain, bukan hanya masalah yang bersifat fitrah bagi manusia saja tetapi juga merupakan sesuatu yang bersifat insting pada binatang. Karena itu, jika dikatakan bahwa bila seorang manusia yang tidak peduli kepada orang lain lebih rendah daripada binatang, maka itu bukan perkataan yang salah. Tetapi meski demikian, tentu saja tanggung jawab semua orang terhadap amar makruf dan nahi munkar tidak sama. Tentunya, para ulama dan para pejabat negara punya tanggung jawab yang lebih besar dari yang lain,

لَوْلاَ يْنَهَاهُمْ الرِّبَّانِيُّوْنَ وَ الأَحْبَارُ عَنْ قَوْلِهِمْ الإِثْمَ وَأَكْلِهِمْ السُّحْتَ لَبِئْسَ مَا كَانُوْا يَصْنَعُوْنَ

Mengapa para ulama dan para pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sungguh, sangat buruk apa yang mereka perbuat [4]dan seorang hewan dapat berbuat demikian kepada sesama kelompoknya. Seperti dikisahkan dalam al-Quran, seekor ratu semut memerintahkan kepada ‘rakyat’nya untuk segera bersembunyi  ke dalam sarang-sarang mereka untuk menghindari diri dari rombangan dari pasukan Nabi Sulaiman yang akan melintasi wilayah mereka.

Dan ayat selanjutnya, …menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar. Tahap pertama adalah menyeru kepada makruf dan tahap kedua adalah melarang kepada perbuatan munkar. Tahap pertama disebutkan terlebih dahulu dari penyebutan tahap kedua, maknanya bahwa hendaklah amal makruf harus didahulukan terlebih dahulu dari nahi munkar memerintahkan kepada yang makruf, harus kita tonjolkan terlebih dahulu dari pada melarang perbuatan yang munkar. Dan dalam kaitannya dengan bulan suci Ramadan ini, haruslah kita menyeru dan mengajak umat ini untuk lebih banyak melaksanakan perbuatan makruf melalui menghidupkan malam-malam berharga di bulan suci Ramadan. Ada banyak perintah melalui hadis-hadis dan riwayat-riwayat dari para Imam Ahlulbait as yang mengajurkan untuk melaksanakan amalan-amalan berupa: salat sunah, doa, munajat, membaca al-Quran, melakukan infak dan sedekah, menjalin silaturahmi  dan berbagai perbuatan amal baik lainnya. Semua itu bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan betul-betul menjadi hamba yang ‘terdidik’ melalui keberkahan, rahmat Ilahi di bulan suci Ramadan.

Memasuki bulan suci Ramadan tahun ini, Allah memberikan limpahan pahala dan nikmat keberkahan yang Allah berikan kepada hamba-Nya di bulan suci ini, bahkan limpahan pahala dari-Nya untuk berbuat makruf dengan memberikan makanan berbuka kepada saudaranya mukmin, dalam khotbah Nabi saw, beliau mengatakan, “Wahai manusia! Sesiapa memberikan makanan untuk berbuka puasa kepada seorang mukmin yang sedang berpuasa pada bulan ini, pahala baginya adalah  (setara dengan) membebaskan budak dan mendapat ampunan dosa-dosanya yang telah lalu. Salah seorang sahabat menyahut, ‘Ya Rasulullah, tidak semua dari kami yang mampu untuk melakukan hal ini.’ Beliau bersabda, ‘Cegahlah api neraka agar tidak menjilat diri kalian meski dengan sekerat kurma dan dengan seteguk air! Karena Allah Swt akan menganugerahkan pahala tersebut kepada orang yang beramal remeh jika tidak mampu berbuat lebih dari itu….’”[5]

 

 

[1] QS. Ali Imran [3]: 104

[2] QS. al-Naml [27]: 18.

[3] QS. al-Naml [27]: 24.

[4] QS. al-Maidah [5]: 63.

[5] Mafatih al-Jinan, jil. 2 hal. 326.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s