Januari 2, 2008 oleh Cahaya Islam

Ghadir Khum adalah sebuah tempat yang berlokasi dekat Al-Juhfa yang merupakan tempat perlintasan bagi para jamaah haji yang ingin menuju Madinah, Mesir, Irak, Suriah, Najaf dan ke seluruh negeri lainnya. Tempat tersebut sangatlah strategis sebagai tempat peristirahatan dalam perjalanan mereka. Tempat tersebut menjadi tempat yang bersejarah yang dikenal dengan peristiwa ‘al-Ghadir’, disitulah Rasulullah Saaw mengumunkan tentang seorang pewaris khilafah spritual dan duniawi yang akan menggantikan kedudukan beliau sebagai penerus risalah Ilahi, akan mampu bertanggung jawab dan meneruskan risalah yang beliau emban.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel | 24 Komentar »
Agustus 19, 2007 oleh Cahaya Islam

Al-Qur’an menjelaskan tiga persyaratan bagi setiap golongan dan agama umat ini yaitu: iman kepada Allah, beriman kepada akhirat dan melaksanakan perbuatan amal shaleh, ayat tersebut berbunyi: “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari Kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” Yang menjelaskan persyaratan keselamatan buat mereka. Apakah tujuan ayat adalah sesuatu yang telah mereka pahami? Ataukah dalam bentuk pamahaman yang lain?
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Analisa, Artikel, Tafsir | 14 Komentar »
Agustus 9, 2007 oleh Cahaya Islam

Kita menyakini bahwa Allah Swt mempunyai kekuasaan mutlak untuk mengatur makhluk-Nya. Dengan dalil ini bahwa apakah Allah Swt akan memasukkan hamba-Nya yang berbuat kebajikan kedalam neraka dan memasukkan hamba-Nya yang berbuat maksiat ke dalam surga? Tidakkah Dia adalah Maha Adil , dan melakukan perbuatan-Nya sesuai dengan hikmah dan keadilan? Dan pembahasan ini terkait ke dalam penjelasan ayat berikut: “Maka sekali-kali kamu tidak akan mendapat penggantian bagi sunnah Allah, dan sekali-kali tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi sunnah Allah itu.” (QS. Faathir ayat 43)
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel, Tafsir | 3 Komentar »
Agustus 2, 2007 oleh Cahaya Islam
Kata pertemuan dengan Allah (liqa’ Allah) disebutkan berulang-ulang dalam al-Qur’an yang benar-benar memiliki arti “kehadiran di akhirat” . Jelaslah maksud dari “pertemuan dengan Allah” bukanlah pertemuan secara fisik seperti halnya pertemuan manusia dengan manusia lainnya yang saling berhadapan.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Hikmah | 12 Komentar »
Juli 7, 2007 oleh Cahaya Islam

Telah ditetapkan melalui dalil akal bahwa Tuhan tidaklah memiliki jasad dan berbentuk, tidaklah menempati sebuah ruangan dan waktu. Hal ini menjadi dalil bahwa Tuhan Yang Agung adalah zat yang tidak dapat dilihat. Namun, sebahagian kalangan penafsir menyatakan bahwa Tuhan akan menampakkan dirinya di hari kiamat, mereka berdalil bahwa hamba-hamba yang soleh akan melihat wujud Tuhan di hari kiamat, melalui ayat yang berbunyi: “Kepada Tuhannyalah mereka Melihat”. Apakah maksud ayat tersebut?
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel, Tafsir | 28 Komentar »
Juni 16, 2007 oleh Cahaya Islam

Manusia adalah makhluk yang bebas dan memilih(ikhtiar), yang bisa mencari jalan nasibnya. Dari sisi lain, manusia ditentukan oleh garis keturunannya. Mereka katakan bahwa orang tua tidak hanya menurunkan sifat-sifat lahiriah pada si anak, namun juga bisa melahirkan karakter si anak yang mencakup sisi kebaikan dan keburukan. Apakah faktor genetik ini mempunyai pengaruh yang dominan membentuk karakter si anak , dan bagaimana pula hubungan dengan kebebasan manusia (ikhtiar) dalam membangun karakternya?
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel | 22 Komentar »
Mei 30, 2007 oleh Cahaya Islam
Adalah kata ‘pengikut Al-Masih’ dalam kitab-kitab teologi menggambarkan tentang keyakinan Trinitas (Tuhan Bapa, Rahul Kudus, dan Yesus Kristus) dan permasalahan- permasalahan yang mendasar yang bersumber pada akidah mereka. Tidak adanya dalil dari para pengikut Masih atas keyakinan mereka, sementara mereka mengklaim diri mereka telah menyakini monoteisme, dengan pengertian satu dalam kemajemukan. Apakah kesatuan dalam pengertian ini, berhak ada pada zat Tuhan. Sementara independen (kemandirian) terlepas pada zat-Nya dan tidak bertentangan dengan argumentasi akal?
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel | 128 Komentar »
Mei 24, 2007 oleh Cahaya Islam

Kaum muslim di seluruh dunia memperingati perayaan Maulid Nabi yang bersejarah, untuk menyambut keberkatan dan kebahagian pada hari tersebut. Hal ini merupakan suatu adat (habit) dan syiar Islam yang turun temurun yang telah dilakukan oleh para petua terdahulu. Dalam memperingati hari kelahiran Nabi Saaw yang diperingati di seluruh pelosok di Indonesia diadakan sebuah acara tertentu, misalnya dengan melantunkan syair-syair dan qasidah-qasidah pujian, pembacaan maulid, ceramah yang berisikan hikmah keteladanan baginda Rasulullah Saaw dan lain sebagainya. Namun sayangnya, kaum wahabi tidaklah memanfaatkan momentum bersejarah ini, dan dianggap sebagai sebuah bid’ah yang sesat.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel | 24 Komentar »
Mei 17, 2007 oleh Cahaya Islam
Tidak diragukan lagi bahwasannya Allah Swt adalah Wujud Yang Maha Kaya (tidak membutuhkan), jika demikian, mengapa manusia diciptakan? Apa tujuan dari penciptaanya? Dengan kata lain; apa diballik tujuan penciptaan manusia? Tidakkah hal ini berarti bahwa Dia (Allah Swt) adalah wujud yang melalui tujuan penciptaan manusia membutuhkan atas sesuatu? Kalau seandainya tidak mempunyai tujuan, berarti perbuatan Allah Swt tsb adalah sia-sia?
Untuk mengatasi persoalan diatas, tidaklah terlepas dari dua pokok proposisi: Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel, Hikmah | 33 Komentar »
Mei 5, 2007 oleh Cahaya Islam
Saint Augustine(354-430), seorang filosof &cendikiawan nasrani menyakini bahwa perlakuan sebuah ‘dosa’ akan menghalangi untuk memperoleh ma’rifat. Ini adalah sebuah ungkapan yang penuh makna dan mengandung sisi kebenaran dari konteks kalimatnya. filosof yang telah kita tinggalkan sekian abad lamanya, namun pandanganya masih terdengar baru di telinga kita. Namun secara de fakto, filosof ini mendapatkan sebuah ilham pemikiran tersebut masih dalam sebuah tatanan doktrin ajaran gereja, yang berpijak pada semua kesalahan dan dosa yang pernah mereka lakukan adalah hasil dari dosa dan kesalahan yang diperbuat oleh Adam sebagai bapak manusia. Juga berkaitan dengan permasalahan pensaliban Isa Al-Masih dianggap sebagai tebusan terhadap dosa manusia. Yang pada akhirnya, kitapun menyangsikan kebenaran pandangannya. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Hikmah | 10 Komentar »
Mei 4, 2007 oleh Cahaya Islam

Keberadaan zaman seiring dengan keberadaan Imam (hujjah Allah). Keberadaan Imam sebagai hujjah di muka bumi ini, adalah keberadaan para nabi dan para ma’sum. Kekosongan seorang Imam di zamannya akan menyebabkan kesesatan bagi para umatnya. Seperti halnya nabi Musa as hanya meninggalkan umatnya, ketika ingin bermunajat dengan Allah di gunung Thur selama 40 hari, menyebabkan umatnya meninggalkan risalah nabinya. Bagaimana kita akan meninggalkan seorang Imam (hujjah Allah) selama sepanjang masa?
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Analisa, Artikel | 13 Komentar »
April 25, 2007 oleh Cahaya Islam

Mempelajari sejarah akan membuat kebaikan bagi kita di masa mendatang, dengan itu akan mengambil ibarat atas kejadian di masa lampau sebagai suatu ‘pesan’ berharga di masa yang akan datang. Juga memberikan cerminan langkah-langkah yang positif dan cemerlang setelahnya. Menggali sejarah terhadap naskah-naskah literatur Islam yang sepertinya ortodoks, tidak tersentuh oleh kajian-kajian yang memadai,yang akan membuat kemandekan bagi riset perkembangan sejarah Islam.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Analisa, Hikmah | 4 Komentar »
April 13, 2007 oleh Cahaya Islam
Mereka menyadari akan tuntutan di masa modern, yakni manusia menginginkan segala sesuatu. Termasuk manusia menginginkan agama. Padahal menurut pandangan klasik, mereka memandang manusia untuk agama. Mereka mengatakan bahwa didalam pandangan klasik terhadap agama, manusia memandang tinggi agama dan akidah. Dengan dalil ini, manusia menjunjung tinggi akidah dan menjadikan jiwa lahiriyah mereka tiada bernilai, serta dengan mudah mereka akan mengorbankan jiwanya itu demi agama. Adapun di masa modern, manusia menempatkan dirinya lebih tinggi atas akidahnya. Ini tidak berarti bahwa manusia akan mengorbankan dirinya demi akidahnya, juga tidaklah menjadikan jiwanya terbunuh atas dasar akidah yang dianutnya.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel | 5 Komentar »
April 11, 2007 oleh Cahaya Islam
Ikatan antara akal dan agama adalah pembahasan yang cukup mendetail dalam sejarah pemikiran manusia. Banyak cabang pembahasan yang dibahas di dalamnya, di antaranya: bagaimana ikatan antara akal dan iman (dalam pandangan dunia Barat dan Islam)? Masalah yang perlu dilontarkan ikatan antara akal dan iman; keduanya menyangkut tentang keyakinan kita terhadap Allah Swt. Apakah keimanan atau kepercayaan terhadap sesuatu harus dijelaskan melalui dalil akal dan akal memberikan peran penting di dalamnya? Ataukah sudah merupakan hal yang jelas sehingga tidak butuh lagi oleh penjelasan dalil akal. Atau keimanan berdiri di luar garis tatanan akal dan tidak saling terkait? Bagaimana hubungan antara akal dan syariat? Lanjut Baca »
Ditulis dalam Artikel | 28 Komentar »